| Kurangi Bunuh Diri dengan Dongeng Lama |
| Sunday, 18 January 2009 | |
|
Pertunjukan dongeng ini menjadi favorit anak-anak Jepang di masa lalu, sebelum TV menjadi teman dalam keseharian mereka. Dulu, di sore hari, seorang pria akan berkeliling di jalan-jalan. Ia mengendarai sepeda dengan kotak kayu yang akan menjadi panggung pertunjukan.
Meskipun anak-anak tidak lagi dihibur dengan kamishibai, sukarelawan di beberapa kota di Jepang menggunakan pertunjukan dongeng tradisional ini untuk mencegah tingginya tingkat bunuh diri. Prefektur Aomori, Iwate, dan Akita di timur laut Jepang memiliki tingkat bunuh diri lebih tinggi daripada prefektur lain. Sebelum pemerintah melakukan langkah apa pun untuk mencegah kasus bunuh diri, sukarelawan di tiga prefektur ini telah mengunjungi area pedesaan, menggelar pertunjukan kamishibai dan sebuah drama untuk menciptakan pemahaman mengenai depresi yang bisa menimbulkan keinginan mengakhiri hidup.
Anggota ‘Hot Heart Yuri’, kelompok sukarelawan di Yurihonjo, Prefektur Akita, menggunakan satu set kamishibai dan rekaman video mengenai depresi dan bunuh diri. Ini dilakukan sebagai usaha membantu mereka yang terbelit masalah untuk menghapuskan beban di pikiran mreka.
Sukarelawan yang berpartisipasi dilatih memiliki kemampuan mendengar dan bersimpati serta meyakinkan bahwa bunuh diri bukanlah masalah individu. Anggota sukarelawan dan organisasi non profit bekerja keras menciptakan lingkungan di mana orang-orang bisa merasa lebih nyaman sehingga mereka tidak memiliki keinginan bunuh diri. Keiko Kumagai, anggota Hot Heart Yuri mengatakan, sejak kelompoknya meluncurkan akitivitas menggunakan kamishibai dan rekaman video, jumlah orang usia tua yang melakukan bunuh diri berkurang dan persentase jumlah mereka yang bunuh diri semakin menurun. (japan today, mn1) Sumber: surabaya post |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


Di Jepang, jumlah penduduk yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri tergolong tinggi. Sejak tahun 1998, lebih dari 300.000 penduduk Jepang bunuh diri setiap tahunnya. Untuk mencegah jumlah tersebut semakin meningkat dan mencegah terjadinya kasus serupa, Pemerintah Jepang akhirnya menggunakan warisan budaya lama pertunjukan dongeng kamishibai.
